Check out my video: After class
Desember 07, 2013
Desember 01, 2013
Lovember
► I Choose Happiness - David Choi
Isn't it always lovely moving forward from November to December? Definitely yes from me. Nothing beats the smell of the rain when it falls kissing the ground's earth, then you start to realize that rainy season is coming. That's one of the reason why I'm loving November and its stories that follow. Since my fifteenth birthday, I started to realize this: I knew that in that early November many people is going to give me some very sweet expressions such as lovely wishes and sincere prayers for me. Then people suddenly will come giving me a shake of hand or kiss on the cheeks. From that moment I concluded that birthday is such a 'once a year chance' for them to talk to me, shake my hand, or maybe kiss my cheek. Then I realized how funny was that for me. But okay, it's their own expression so I'm not thinking to restrain or what yet, still it's just a fun thing I discovered haha funny in a good way I mean hahah okay I love you guys. Then I stared to call it Lovember. Because there's so many unexpected love on November that can make my November spent so splendid. ♥ And December, month that fully filled by thrill of hopes. Holy night, a night full of warm candles. Christmas, family gathering. New year eve!
Mind my super excited words.
I am just so ready to start this December. x
Mind my super excited words.
I am just so ready to start this December. x
November 29, 2013
Trotoar, Jangan Putus.
Seperti biasa aku dan dia, kanca susahku, kembali mengunjungi kota. Hari sudah sampai mahgrib, tontonan usai. Diskusi serius pembahasan film Hunger Games tumpah. Tidak seperti aku, dia lebih ketakutan menonton film pembunuhan yang seperti ini. Sedangkan aku santai menikmat dan kadang - kadang saja mengernyitkan alis mataku. Aku lebih seram dengan Paranormal Activity, Insidious II, Conjuring, dst. Rasanya semua adegan yang ada di film tersebut tidak pernah terbayangkan olehku. Disitu ketakutanku berkumpul jadi satu dengan imajinasi-imajinasi liar, saat apa yang tidak kuduga terjadi. Kebalikanku, dia yang anteng dan seakan menikmati sajian bule-bule macho telanjang dada di pantai. Sial. Jadi intinya, sore itu dia lebih ketakutan daripada aku. Yes.
Dia teman cerita yang baik. Mungkin dia lebih cermat pada hal yang 'duniawi' dan 'kata-orang'. Dimana hal tersebut adalah hal - hal yang jarang aku berikan perhatian. Jadi, pertemananku dengan dia menarik karena aku bisa dengar hal yang tidak aku pilih untuk dengar selama ini. Keuntungannya, aku tidak harus meminta untuk cari tau, dia sendiri yang memberi cerita. Dia pencerita. Aku banyak mendengar isu-isu modern dari dia. Dan, kadang aku tertarik, dan kadang bisa tidak sama sekali. Sedangkan dia mengaku, dia suka bercerita denganku karena aku sering membahas hal-hal imajiner. Aku bisa membuat dia berkhayal, katanya. Aku juga tidak mengerti. Bagiku, kata khayal identik dengan luar angkasa. Jadi, apa sebenarnya aku peranakan alien? Mmm.
Kami sering bertukar pikiran, di kampus, kamar, kereta, mikrolet, hampir dimana saja yang memberi kami ruang. Pembahasan kami kadang sangat ringan hampir tidak bermutu, tapi juga kadang bisa seabot kapal pesiar. Saking abotnya kami bisa gila sendiri karena tidak menemukan solusi cerdas. Dan disitulah kami menyadari, topik tersebut keberatan untuk mahasiswi lucu seperti kami.
Sore itu, kami berjalan dari Kuningan City ke arah menuju Stasiun Tebet. Namun kami tergoda untuk mencari stasiun lain. Jadi, setelah menemani dia sholat di masjid-nya Kementrian Hukum dan HAM yang bagus dan megah itu, kami kembali berjalan menyusuri jalan tikus seputar Kuningan. Diantara momen tersebut, aku tersadar kami telah beberapa kali melakukan ritual-jalan-kaki-di-tengah-hiruk-pikuk-penuhnya-Jakarta seperti ini. Kalau ditelusuri lagi, ya saat-saat jam pulang kantor begini. Saat penuh sesaknya Jakarta. Jalan protokol dipenuhi kendaraan yang nafsu ingin kembali secepatnya ke garasi masing-masing. Klakson, polusi, dan suit-suit abang-abang brengsek memang tidak bisa dihindari.
Di setiap perjalanan, ada-ada saja pertanyaan temanku satu ini. Dia sering insecure dengan penampilannya sendiri. Mungkin seribu kali sehari dia menanyai aku dengan: "Caem ga? Rambutnya bagus diiket gini atau diurai?" Padahal asal kau tau saja, kau sesungguhnya lebih cantik daripada yang kamu lihat di cermin tiap hari. Aku hanya berharap dia segera meninggalkan insecurity tersebut. Kadang lelah menanggapinya, tapi dia terlalu baik untuk menghadapi ignorance. Dan kebetulan aku termasuk orang yang suka pada detail, jadi selalu kuladeni pertanyaannya, dengan jujur ku jawab dia lebih cantik kalau begini, begitu. Intinya aku ingin menyampaikan dia sudah cantik apa adanya. Kulit sebening itu, mata sebelok itu, bibir semerahjambu itu, rambut sehitam dan panjang itu, sudahlah. Anak pejabat mana yang tidak mau. Kembali lagi, aku berjalan, dia di belakangku, kadang juga di depanku. Aku suka berjalan di trotoar ibukota. Di trotoar tersebut, aku bisa berjalan semauku. Mau sambil melihat gedung-gedung tinggi, jembatan megah fly over, kerlap-kerlip lampu jalan dan juga hiasan mall. Jakarta, dengan segala kekurangannya, tetap terlihat ganteng apabila ditengok pada malam hari. Apalagi dinikmati di tempat yang lebih tinggi, hingga tak lagi kau dengar bising jalanan. Hmm. Mau. Namun pada saat itu aku berjalan di trotoar, jadi aku masih berjumpa dengan lagi dengan klakson, polusi, dan suit-suit abang-abang brengsek.
Kadang aku ingin sekali terbang ketinggian 50-100m saja di atas permukaan. Lalu terbang dan mendarat di atas gedung pilihanku sendiri. Duduk santai sambil makan sate ayam Sudimara, terus foto-foto pemandangan Jakarta di waktu malam, lalu dipost di Instagram, hehehe. Mau. Tapi pasti kedinginan. Since I can't stand cold weather. Huftinawati.
Nah, kembali ke trotoar. Aku paling sedih kalau perjalananku di trotoar terhambat. Di Jakarta, ada-ada saja ini hambatannya! Seperti:
Trotoar digunakan tempat jualan anti gores handphone, pecel lele, mie ayam, siomay, kalo sate ayam gapapa *self-toyor*


Trotoar digunakan untuk tempat parkir (motor, mobil, becak, bajaj)

Trotoar digunakan untuk tempat sampah
:(
Itu beneran bikin sedih.
Apalagi kalau pas terhambat jalan di trotoar, terus kan jalan di jalur kendaraan akhirnya, terus malah diklaksonin sama pengguna mobil terus dimaki-maki karena jalan di jalur kendaraan. WOEEEY. Trotoarnya dibuat jualan siomay, terus gue harus terbang gitu supaya gak gangguin lo jalan? Nangis aja apa.
Kurang lebih aku sering mengeluhkan hal-hal yang semacam itu ke temanku yang tadi, dan dia mendengarkan dengan baik. Kadang juga ikut mengomentari dengan sabar, melihat temannya satu ini sudah kayak pop-corn yang meletup-letup kalau sudah dihadapkan dengan kejadian putusnya trotoarnya semacam tadi. Itu menyulut emosi banget sih buat aku, karena kayak helloooo..?? Mau marah sama pedagang, dia juga nyalahin pemerintah gak kasih tempat memadai buat pasar terus pake alasan dia dapat ijin dari Pemda. Mau marah sama tukang parkir, dia juga kasih jasa jaga motor orang biar gak dimaling, dan bilang dia juga dapet ijin dari toko-nya. Mau marah sama abang-abang brengsek, dia juga salahin pemerintah gak kasih peluang kerja yang memadai,. Mau marahin pemerintah? Gak ada gunanya. Ada jalan yang lebih masuk di akal lainnya.
*exhale*
Hmm. Sistem. Indonesia needs to repair the system. An improvement.
Ubah Optimalisasi Trotoar! Hapuskan Alih Fungsi Trotoar!
Jadikan Pejalan Kaki Sebagai Raja Trotoar!
Lindungi Hak Asasi Pedagang Sate Ayam di Seluruh Dunia! (lho)
Hidup Trotoar! Hidup Pejalan Kaki!
Salam Jempol Kaki!
Salam Bulu Kaki!
Yeah
P.s: Apakabar skripsi?
Sekian.
Labels:
#minithesisrunaway
Oktober 19, 2013
Gajah laut!
Just read an old news in Jakarta Post and geez! He is beyond amazing and you are so damn lucky and I really really really hope you know that. Dear just be thankful for you've got. He's more than enough. There must be a reason why he chooses you :) There's nothing to be dejected because you've been super lucky. Maybe I am just wondering. How come kuman di seberang laut tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak? No no. Hyperbole. Do release and be thankful, be thankful, and be thankful. Dear superwoman. Can't wait until we meet again..
Mei 28, 2013
By My Side
Cheesy yet (still) simply sweet thing a boy can do.
"I'm just listenin' to the clock go tickin'
I am waiting as the time goes by.
I think of you with every breath I take,
I need to feel your heart beat next to mine.
You're all I see, in everything."
I love David' voice.
Pas aja.
Mei 06, 2013
Turning poison into medicine
Sebersyukur itu punya waktu luang, malam ini. :)
Setelah dua hari tepar like the closing ceremony of days of burdens, flu dan migren menyerang, tepat di momen-momen terakhir pengumpulan berkas contract drafting competition. My sixth semester of college life has been so rude to me, see the eye-catching eye bags there? Ya, you can blame the....... assignments? Ya, for 40% of it, and the rest is, that was just me like continuing to delay jumping to the bed because reality feels so pretty I don't want to close my eyes hahahah rubbish. Not really, my life is quite well lately I mean haha there's no serious topic to be seriously talked here. I feel grateful honestly, for all the things that I have faced these past two months (?) Since I ever heard it about pain, as long as it doesn't kill, it makes you stronger. So unless we develop some kind of inner strength, when the bad stuff happens we're just going to be overwhelmed, aren't we? One tip, once you get crazy, you get HURT, you get lunatic, you get romantic, you get dramatic, you get fantastic, just LEARN from it. Take the 'something-good' of it.:)
Senang melihat yang lain senang! Dengar kawan, simpan harimu ini, untuk jelang esok hari. Karena, hanya alam yang tau! Sampai kamu bisa berbahasa dengannya, itu lah tanda kedamaian. Simpan disitu, sampai masa depan!
Ps: Ini bukan bahasa planet neptunus, harap maklum kalajengking-nya habis creambath..
Labels:
one side of me
DA
So I made this sketch, and yet I could not rotate it to the left. LOL
Dumbbbbbies
Still have much learning from all youuu :)
Labels:
one side of me,
sketch
:))
Pernah merasakan underestimated?
Menurutmu gimana?
Aku sih ketawa-ketawa aja
Lucu ga sih orang-orang kayak gitu? :))
Hehehehehehe
Senyumin aja ah kalo ketemuuu
Lalalalalaaaa~
Nananananaa~
:))
Problems
"Problems are just facts. It's our attitude to them that makes us suffer or not. And that depends on your state of life."
Coulddddd not agree more. The things about problems, they're not really the problem. Shortly, they are not what actually cause us grief. It's us that causes us grief. Because basically, everything comes down to the way we look at things; how we think and feel about life in general, and about ourselves. And then what we do about it. Simpler I say, It's not the problem that's the problem, it's how you see it, how you react.
#selftalk #janganditulisbae #implementasikan
#sip
Labels:
random
Mei 05, 2013
Perkenanlan
Terkadang, semakin mengenal itu semakin sulit. Kamu bisa tenang ikhlas dan menerima, karena sudah tahu tentang ini yang begitu, dan itu yang begini. Kemakluman sudah menjadi sahabat. Saking dekatnya, sudah tidak lagi terasa apa itu maklum, apa itu ikhlas. Semua kekurangan yang terlihat membaur dengan rasa ketidaksempurnaan diri, mencoba mengimbangi dan memperlayak diri. Perlahan, pandangan subjektif lebih menguasai daripada 'kata orang'. Tinggal bagaimana kamu menghadapi kata-kata orang-orang itu, yang lebih dari satu, berkoloni, membabi buta menghakimi.
April 16, 2013
J, lead me the way.
From now on, is it selfish for even just checking back what do I need and what do I want? Because I'm feeling guilty, just having the thought of leaving the feeling.
J, lead me the way.
Januari 09, 2013
Long Time No Design~
Mau shaaaare poster dan flyer hasil karya media presentasi tugas akhir UAS mata kuliah Wanita dan Hukum tahun ajaran 2012. Singkatnya penelitian itu tentang perlindungan hukum bagi wanita hamil yang terlibat dalam tindakan pidana di Indonesia, dengan perbandingan proses hukum di China. Karena di China ternyata terdapat aturan bahwa wanita hamil tidak dapat diproses pidana, sehingga harus menunggu kelahiran si anak terlebih dahulu. Dan dalam proses penelitian tersebut gue, Clara, dan Alan kebagian untuk mewawancarai Mbak Febiola, tersangka kasus narkotika yang tertangkap oleh di Guang-Zhou International Airport karena tertangkap basah menyelundupkan 544, 51 gram heroin dalam pembalut wanita yang ia kenakan. Cuplikan beritanya dapat dilihat disini. Kami mewawancarai Mbak Febiola di Rumah Tahanan Pondok Bambu, dalam proses menuju wawancara kami sempat dikira dari kalangan media, dia sempat menuduh kami dengan "Kalian siapa? Ini media ya, TvOne ya?"
Melihat Mbak Febi semakin curiga kami akhirnya menjelaskan bahwa kami mahasiswa FHUI yang hendak mewawancarai Mbak Febi demi tugas akhir kuliah. Mendengar penjelasan kami, Mbak Febi malah welcome sekali dan sempat menawarkan rokok dan minum agar kami lebih santai saat mengobrol dengan dia. Gak disangka-sangka, padahal sudah deg-degan banget bakal diusir dari rutan itu.
Secara substansi materi penelitian kami tentang diskriminasi, Mbak Febi mengaku tidak mengalami diskriminasi gender dalam proses pengadilan. Selebihnya, kami malah bertanya seputar kehidupannya di dalam tahanan. Salah satu kalimat yang paling gue inget "Ya, istilah 'anak baru - anak lama' disini gak penting yah, asal lo punya duit aja. Gak cuma masuk UI yang mahal, masuk rutan juga mahal" . Setelah melihat sekitar, ya gak heran sih Mbak Febi bilang kayak gitu, di dalam rutan khusus wanita itu, mbak-mbak napinya cakep-cakep cuy jangan salah. Bodinya beh. Bahkan bisa diitung yang mukanya keliatan kriminal, lainnya cakep-cakep dan kelihatan pinter-pinter malah. Heft. Tindakan kriminal mereka juga bukan yang kayak jambret, copet, gitu. Lebih ke kurir narkoba, penipuan, penggelapan, korupsi gitu. Dan surprisingly, disana kita sempet lihat Angelina Sondakh sama Afriani yg juga ditahan di rutan yang sama.
Sebenernya banyak kalau mau cerita lengkap tentang kunjungan gue ke rutan Pondok Bambu waktu itu. Tapi demi privasi narasumber jadi cuma bisa cerita segini. Semoga bisa kasih gambaran tentang kehidupan wanita di tahanan, pergerakan mafia narkoba internasional, dan kecantikan mbak-mbak napi di rutan pondok bambu, yah! Hehehe.
![]() |
| Flyer side A |
![]() |
| Flyer side B |
Ceritanya flyer side A dan side B
bolak balik, lalu kertas dibagi tiga bagian
sistem buka tutup gitu
![]() | ||
| Poster |
Ps: this blog is private documentation without subjective intention.
Labels:
College
Tiga Kunjungan Pantai Dalam Sepuluh Hari
He-eh, selama 10 hari ini saya berasa
jadi anak pantai, karena dalam sepuluh hari terakhir terhitung 29
Desember 2012 hingga 7 Januari 2013 ini saya tiga kali pergi ke pantai!
Wo-ho! Seneng aja. Habis di Depok jauh dari pantai, sekalinya ke Jogja
yaudindeh.
Kunjungan
pantai pertama ituuuu, bersama keluarga baru, serombongan gitu deh
setelah ziarah ke Goa Maria Tritis, kita cus makan siang di Pantai Baron
dengan sejuta pilihan makanan seafood nyummmm. Setelah kenyang bego,
baru cus main air di Pantai Indrayanti, karena pas menjelang tahun baru,
jadi fix disana cendol parah alias rame bener. Jogjaaaaa semakin rame
aja deh yaaah! Muah. Soalnya kata mas pacar Pantai Indrayanti sudah
punya nama, jadi rame banget gitu deh serius kaya di Kuta deh ramenye.
Lanjut,
kunjungan pantai yang kedua adalah dalam rangka menemani ciwi-ciwi
temen kampus yg sedang liburan ke Jogja. Kita berangcuts berenam yang
adalah saya sendiri, mas pacar, Rani, Genie, Salsa, dan adenya Salsa.
Karena kita agak keliru memperkirakan keadaan, jadi kita terjebak macet
tahun baru bok (yeiyelah 1 januari ke pantai itu salah banget sob). Jadi
yaudin 3 kilo menuju Pantai Indrayanti udah stucked like forever, macet
bego, sampe akhirnya kita muter balik dan memutuskan pindah pantai ke
Pantai Siung yang gak kalah goks karena memutuskan untuk menyaksikan
sunset dari atas tebing :3
![]() |
| With Genie dan Ranie |
![]() |
| With Ranie, adiknya Salsa, Salsa, dan Genie |
![]() |
| On the coastal cliffs, with my beloved :) |
And theeen, tibalah pada kunjungan pantai ketiga. Kali ini rombongan peserta sama kayak kunjungan pantai yang kedua yaitu enam orang, namun tujuan pantai sama seperti tujuan pantai kedua di kunjungan pertama, yaitu Pantai Indrayanti. Waktu itu nemenin temen kampus yang main ke Jogja, kita berenam dengan misi konkret kesana deh hahahah full of fun!!!
![]() |
| With Wulan and Fara |
Hahahah. Terus yang didapet dari ketiga kunjungan ini adalah:
1. Jangan mengunjungi Pantai Indrayanti pada tanggal 1 Januari di tahun kapanpun itu!!! Sabar tunggu tanggal 3 atau 4 lebih worth it. I tell you.
2. Kalau mau ngejar sunset, dari Jogja maksimal banget jam dua siang sih untuk wilayah pantai Wonosari.
3. Kalau ke Pantai Siung, harus banget naik tebing di bagian kiri pantai. Tapi hati2 licin tanah basah! Dan kalau sudah lihat sunset langsung turun aja nanti keburu gelap, karena medan naik turun tebingnya agak licin dan berbahaya.
4. Kalau mau foto bareng temen2 jangan pakai tripod ditarok di pantai, sekalinya kena ombak ABIS deh tuh kamere jatoh ke air. Hedeh maaaas maaaas. Mending minta tolong orang fotoin kan ya bisa... (tragis banget lihat gerombolan mas mbak yg kameranya jatoh ke air, karena tripodnya kena ombak) RIP your dslr.
5. Kalau pas lagi jalan di karang pantai yg licin, jangan sekali-kali melepas genggaman tangan pacar anda. I tell you. Jangan. Jangan aja.
Khhhhhh.
HAPPY HOLIDAY! :)
Januari 08, 2013
Baginda Raja
Bertahun-tahun kau berhasil buatku kagum akan keajaiban manusia super sepertimu, Baginda. Bagiku kau lah pahlawan itu. Sejak kecil, kau selalu berhasil membuatku terkesima dengan kehebatanmu, kerendah-hatianmu, kepedulianmu, dan satu yang sangat kuat ada dalam jiwamu, tanggung jawabmu itu.
Kini dalam ranjak dewasaku, ku mengerti bahwa ku tak boleh untuk selalu berharapmu ada di setiap langkahku. Harapku kau ada lebih lama disini, Baginda. Bersamaku kan ku hapus segala keluhmu itu. Stay here........with me.
Look at me,
don't leave.
I know what I say, but this what's on my mind.
Kembali. Baginda Raja. Jangan.
Bukan itu.
Ya Bapa...
Januari 06, 2013
Another words of missing someone you love the most (read: confusion of titling)
We lost some, we get some.
Dia sumber kasih sayangku, sahabatku, penyemangatku, muara keberanianku, pembasmi kuman keminderanku, penasihatku, teladanku, idolaku, malaikatku, Ibuku. Kini bersemayam di tempat terindah keinginannya. Tak lagi dapat kugapai lembut belainya.
Lalu kini kusadar Kau kirimkan dia, penjagaku, pemberi sinaran, dia, teman sejatiku, entahlah, hanya dia yang bisa membuat kata rindu jadi bermakna. Benarkah ini adanya? Demikiankah pintamu? Apabila iya, pantaskanlah aku untuk mengucap satu panjatan terimakasih yang terdalam. Apakah kau mencuri dengar doaku, saat itu Ibu? Saat kau masih disisiku. Karena memang hanya dia yang ada disitu, sejak saat itu hingga kini, dia ada disampingku.
Dia mengerjakan tugasnya dengan baik dan rapi, Bu. Anakmu tidak lagi bersedih. Aku percaya kau telah bermain peran dalam tiap ucap doaku untuknya. Oh Ibu, sematkanlah dia dalam kasihmu. Aku mengasihinya, jagalah ia. Doakanlah ia seperti anakmu yang lain. Karena ia telah menjadikanku utuh. Aku tak memesan suatu janji pasti di esok nantinya, tak lupa siapa diriku, Bu. Akan kuserahkan pada yang lebih Maha Kuasa. Kalaupun ia bukanlah dia, demi kebaikan, tulus akan kukembalikan. Sungguh tak ku harap semua itu di atas segalanya, cukuplah ku berterimakasih untuk hari ini, selama ini, telah kau hadirkan ia, penjagaku, kekasihku.
Memang Ibu selalu tau.
Rindu, Bu.
Langganan:
Postingan (Atom)

















