Terkadang, semakin mengenal itu semakin sulit. Kamu bisa tenang ikhlas dan menerima, karena sudah tahu tentang ini yang begitu, dan itu yang begini. Kemakluman sudah menjadi sahabat. Saking dekatnya, sudah tidak lagi terasa apa itu maklum, apa itu ikhlas. Semua kekurangan yang terlihat membaur dengan rasa ketidaksempurnaan diri, mencoba mengimbangi dan memperlayak diri. Perlahan, pandangan subjektif lebih menguasai daripada 'kata orang'. Tinggal bagaimana kamu menghadapi kata-kata orang-orang itu, yang lebih dari satu, berkoloni, membabi buta menghakimi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar