“Cute’s good. But cute only lasts for so long, and then it’s, Who are you as a person? That’s the advice I would give to women: Don’t look at the bankbook or the title. Look at the heart. Look at the soul. Look at how the guy treats his mother and what he says about women. How he acts with children he doesn’t know. And, more important, how does he treat you? When you’re dating a man, you should always feel good. You should never feel less than. You should never doubt yourself. You shouldn’t be in a relationship with somebody who doesn’t make you completely happy and make you feel whole. And if you’re in that relationship and you’re dating, then my advice is, don’t get married. Get out of it and find that person that brings you complete and utter joy with who you are at the moment.” - Michelle Obama.
----
Saya dulu anak perempuan yang bandel dan pemarah. Hal itu membuat saya sering (sekali) dinasihati oleh almarhum Ibu saya. Soal menjemur handuk setelah mandi lah, mencuci piring sendiri setelah makan lah, menyiapkan seragam sekolah di saat sebelum tidur lah, segalanya. Kalau sedang rajin ya saya mengerjakan semua itu dengan disiplin, tapi kalau sedang nakal ya suka minta Mbak Warni (ART di rumah pada saat itu) untuk melakukan itu. Hehehehe.
Bicara soal nasihat, saya beruntung saya dapat mendengar nasihat Ibu saya tentang menjadi anak yang baik dan disiplin hingga saya kelas sembilan SMP. Setelah kepergian Ibu saya, saya tidak pernah lagi mendengar nasihat dari Ibu saya. Namun tetap saya merasa beruntung, karena inti-dari serta panutan-untuk-menjadi seorang perempuan yang jujur, berusaha keras, dan bertanggung jawab telah dengan sempurna ditanamkan oleh Ibu saya. Sehingga saya cukup terbekali untuk menjadi anak perempuan yang tangguh. Hahaha tangguh po?
Kembali lagi, soal nasihat. Selepas kepergian Ibu, mau tidak mau saya harus tumbuh tanpa sosok seorang Ibu. Sejak kepergian Ibu pula, saya menjadi tidak pernah lagi dinasihati. Hampir. Tidak. Pernah. Hal itu karena Ayah saya punya sejuta cara untuk membuat saya tidak berani untuk melanggar aturan atau aneh-aneh. Sehingga saya juga otomatis disiplin dan jarang sekali membuat Ayah saya marah. Anehnya, menjalani keadaan tersebut membuat saya sadar bahwa saya betul-betul kehilangan. Saya kehilangan sosok Ibu yang biasanya selalu menasihati saya tentang a sampai z tentang hidup saya. Hal tersebut sempat membuat saya tidak utuh di kala saya sedang di masa-masa pencarian jati diri, iya, waktu SMA. Namun dengan support dari berbagai pihak, saya selamat dari ketidakutuhan tersebut sampai hari ini. Alhamdulillah, sudah bisa merasakan kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana sekalipun. Terimakasih, universe.
Lolos dari ujian tersebut, memasuki usia dua puluhan saya kembali merasakan hal yang kurang. Something's missing. Iya, alam tidak sempat memberikan kesempatan kepada Ibu dan saya untuk berbicara tentang 'relationship'. Sampai-sampai, saya itu senang kalau temen perempuan saya sedang cerita dia kesal karena Ibunya komentar tentang pacarnya yang kurang necislah, pelit lah, kurang macho lah. Karena hal-hal itu tidak pernah saya dapatkan dari Ibu saya. Pernah saya membayangkan bagaimana kalau Ibu saya bertemu dengan pacar saya. Beliau akan komentar apa ya? Yang pasti akan menggunakan bahasa jawa dan komentarnya pasti lain dari yang lain. Begitu juga pada saat saya sedang cekcok sama pacar saya, pasti Ibu juga menasihati saya untuk tetap melakukan yang terbaik.
Hal itu membuat saya sering sekali 'mencari' atau bahkan 'mencuri' nasihat. Mencari dalam artian saya suka membaca artikel tentang hubungan Ibu - Anak Perempuan, disitu saya bisa banyak menemukan pesan-pesan Ibu kepada anak perempuan di era masa kini. Kalau mencuri itu biasanya terjadi kalau teman-teman perempuan saya sedang bercerita tentang Ibunya, saya pasti akan langsung menyimak dengan lamat-lamat. Mau cerita tentang apa aja juga saya simak, seperti cerita:
- "Kemarin nyokap bilang gue gendutan, emang iya Rum?"
- "Ibu gue weekend ini mau ke Jogja dong arisan gengnya berduabelas terus mau ke tempat syuting AADC itu ga ngerti lagi gue"
- "Gue jait kebaya di Bintaro Rum, itu tukang jait langganan nyokap dari dulu jadi murah tapi tetep bagus lho Rum"
- "Nyokap bilang kalau nge-date pertama harus ditanggung yang ngajak nge-date, setelahnya baru dikomunikasikan lagi mau gimana HAHAHA"
- "Mamiku ga bolehin aku lanjut sama dia Ruum, soalnya mas nya ini udah serius banget gitu sedangkan aku disuruh S2 dulu"
- "Mak gue ya, gue baru pulang kerja terus masuk rumah terus dia tiba-tiba meluk gue sambil nangis gak jelas bet"
Yes. Everything. It is like I recorded it in my mind. Tapi bukan itu saja, selain mencuri dari teman-teman, saya juga suka mencuri dari lagu-lagu dan juga quotes dari tokoh wanita, antara lain favorite saya seperti Sarah Kay, Allisa Wahid, Margareth Thatcher, Michelle Obama, dll. Dan kebetulan tadi sore saya mendapatkan quote ini dan sejujurnya quote ini lah yang mendorong saya untuk menulis kembali di blog ini. Perihal pesan yang tidak sempat saya dengar, tentang hubungan asmara dari Ibunda tercinta. Maka dari itu, kalau saya menemukan quote atau pesan dari media apapun terkait pesan Ibu kepada anak perempuan saya suka baper. Termasuk quote yang di atas itu. JUARA, SIH.
Saya itu paling sedih dan gak betah kalau mendengar cerita dari teman-teman yang terus-terusan berkeluh tentang pacarnya. I mean, kalau sekali-sekali sih masih oke karena saya percaya manusia juga butuh konflik untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Tapi kalau terus-terusan ya ngapain? Yang ada hubungan malah menjadi tidak sehat karena terlalu banyak konflik tapi tidak berorientasi pada solusi. Saya selalu menggiring pembicaraan supaya teman saya itu dapat menyadari kondisi tersebut dan mau untuk berubah atau berpikir kembali tentang cara mereka menghadapi masalah. Fuhhh.
Anyway, gimana? Quote di atas jawara dunia banget ya? Buat saya itu kena banget. Jujur, saya juga masih mencari makna dalam dari sebuah hubungan yang saya jalani. Saya juga terus berharap dan berusaha agar apa yang saya jalani ini benar-benar dapat menjadi wadah agar dapat membuat dua orang yang ada di dalamnya semakin berkembang menjadi lebih dan lebih baik lagi namun tetap mendasari hubungan ini dengan sederhana dan kuat. Seru tapi juga tidak dipungkiri masih memerlukan skill yang tinggi untuk dapat mengatasi kerikil-kerikil dengan tuntas. Hahahaha. Tapi itulah yang membuat saya dapat terus belajar dan saya bersyukur dapat menikmati setiap momennya.
Weits, jadi panjang curhatnya! Hihihi. Cukup sekian dulu deh untuk berbagi pikiran kali ini, cukup senang bisa kembali lagi ke blog lusuh yang headernya udah jadul banget. Hahahaha. Sampai jumpa pada tulisan lain nya, semoga bermanfaat untuk kita semua! :)
Saya itu paling sedih dan gak betah kalau mendengar cerita dari teman-teman yang terus-terusan berkeluh tentang pacarnya. I mean, kalau sekali-sekali sih masih oke karena saya percaya manusia juga butuh konflik untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Tapi kalau terus-terusan ya ngapain? Yang ada hubungan malah menjadi tidak sehat karena terlalu banyak konflik tapi tidak berorientasi pada solusi. Saya selalu menggiring pembicaraan supaya teman saya itu dapat menyadari kondisi tersebut dan mau untuk berubah atau berpikir kembali tentang cara mereka menghadapi masalah. Fuhhh.
Anyway, gimana? Quote di atas jawara dunia banget ya? Buat saya itu kena banget. Jujur, saya juga masih mencari makna dalam dari sebuah hubungan yang saya jalani. Saya juga terus berharap dan berusaha agar apa yang saya jalani ini benar-benar dapat menjadi wadah agar dapat membuat dua orang yang ada di dalamnya semakin berkembang menjadi lebih dan lebih baik lagi namun tetap mendasari hubungan ini dengan sederhana dan kuat. Seru tapi juga tidak dipungkiri masih memerlukan skill yang tinggi untuk dapat mengatasi kerikil-kerikil dengan tuntas. Hahahaha. Tapi itulah yang membuat saya dapat terus belajar dan saya bersyukur dapat menikmati setiap momennya.
Weits, jadi panjang curhatnya! Hihihi. Cukup sekian dulu deh untuk berbagi pikiran kali ini, cukup senang bisa kembali lagi ke blog lusuh yang headernya udah jadul banget. Hahahaha. Sampai jumpa pada tulisan lain nya, semoga bermanfaat untuk kita semua! :)
