Januari 06, 2013

Another words of missing someone you love the most (read: confusion of titling)

We lost some, we get some.

Dia sumber kasih sayangku, sahabatku, penyemangatku, muara keberanianku, pembasmi kuman keminderanku, penasihatku, teladanku, idolaku, malaikatku, Ibuku. Kini bersemayam di tempat terindah keinginannya. Tak lagi dapat kugapai lembut belainya.

Lalu kini kusadar Kau kirimkan dia, penjagaku, pemberi sinaran, dia, teman sejatiku, entahlah, hanya dia yang bisa membuat kata rindu jadi bermakna. Benarkah ini adanya? Demikiankah pintamu? Apabila iya, pantaskanlah aku untuk mengucap satu panjatan terimakasih yang terdalam. Apakah kau mencuri dengar doaku, saat itu Ibu? Saat kau masih disisiku. Karena memang hanya dia yang ada disitu, sejak saat itu hingga kini, dia ada disampingku.

Dia mengerjakan tugasnya dengan baik dan rapi, Bu. Anakmu tidak lagi bersedih. Aku percaya kau telah bermain peran dalam tiap ucap doaku untuknya. Oh Ibu, sematkanlah dia dalam kasihmu. Aku mengasihinya, jagalah ia. Doakanlah ia seperti anakmu yang lain. Karena ia telah menjadikanku utuh. Aku tak memesan suatu janji pasti di esok nantinya, tak lupa siapa diriku, Bu. Akan kuserahkan pada yang lebih Maha Kuasa. Kalaupun ia bukanlah dia, demi kebaikan, tulus akan kukembalikan. Sungguh tak ku harap semua itu di atas segalanya, cukuplah ku berterimakasih untuk hari ini, selama ini, telah kau hadirkan ia, penjagaku, kekasihku.

Memang Ibu selalu tau.
Rindu, Bu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar