Mau shaaaare poster dan flyer hasil karya media presentasi tugas akhir UAS mata kuliah Wanita dan Hukum tahun ajaran 2012. Singkatnya penelitian itu tentang perlindungan hukum bagi wanita hamil yang terlibat dalam tindakan pidana di Indonesia, dengan perbandingan proses hukum di China. Karena di China ternyata terdapat aturan bahwa wanita hamil tidak dapat diproses pidana, sehingga harus menunggu kelahiran si anak terlebih dahulu. Dan dalam proses penelitian tersebut gue, Clara, dan Alan kebagian untuk mewawancarai Mbak Febiola, tersangka kasus narkotika yang tertangkap oleh di Guang-Zhou International Airport karena tertangkap basah menyelundupkan 544, 51 gram heroin dalam pembalut wanita yang ia kenakan. Cuplikan beritanya dapat dilihat disini. Kami mewawancarai Mbak Febiola di Rumah Tahanan Pondok Bambu, dalam proses menuju wawancara kami sempat dikira dari kalangan media, dia sempat menuduh kami dengan "Kalian siapa? Ini media ya, TvOne ya?"
Melihat Mbak Febi semakin curiga kami akhirnya menjelaskan bahwa kami mahasiswa FHUI yang hendak mewawancarai Mbak Febi demi tugas akhir kuliah. Mendengar penjelasan kami, Mbak Febi malah welcome sekali dan sempat menawarkan rokok dan minum agar kami lebih santai saat mengobrol dengan dia. Gak disangka-sangka, padahal sudah deg-degan banget bakal diusir dari rutan itu.
Secara substansi materi penelitian kami tentang diskriminasi, Mbak Febi mengaku tidak mengalami diskriminasi gender dalam proses pengadilan. Selebihnya, kami malah bertanya seputar kehidupannya di dalam tahanan. Salah satu kalimat yang paling gue inget "Ya, istilah 'anak baru - anak lama' disini gak penting yah, asal lo punya duit aja. Gak cuma masuk UI yang mahal, masuk rutan juga mahal" . Setelah melihat sekitar, ya gak heran sih Mbak Febi bilang kayak gitu, di dalam rutan khusus wanita itu, mbak-mbak napinya cakep-cakep cuy jangan salah. Bodinya beh. Bahkan bisa diitung yang mukanya keliatan kriminal, lainnya cakep-cakep dan kelihatan pinter-pinter malah. Heft. Tindakan kriminal mereka juga bukan yang kayak jambret, copet, gitu. Lebih ke kurir narkoba, penipuan, penggelapan, korupsi gitu. Dan surprisingly, disana kita sempet lihat Angelina Sondakh sama Afriani yg juga ditahan di rutan yang sama.
Sebenernya banyak kalau mau cerita lengkap tentang kunjungan gue ke rutan Pondok Bambu waktu itu. Tapi demi privasi narasumber jadi cuma bisa cerita segini. Semoga bisa kasih gambaran tentang kehidupan wanita di tahanan, pergerakan mafia narkoba internasional, dan kecantikan mbak-mbak napi di rutan pondok bambu, yah! Hehehe.
![]() |
| Flyer side A |
![]() |
| Flyer side B |
Ceritanya flyer side A dan side B
bolak balik, lalu kertas dibagi tiga bagian
sistem buka tutup gitu
![]() | ||
| Poster |
Ps: this blog is private documentation without subjective intention.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar